Kota atau Desa? atau malah dua-duanya?

Oke , mari mengawali segalanya mulai benar-benar dari nol. Kalo di blog sebelumnya aku nulis dalam bentuk berbagai cerpen yang sebenarnya beberapa dari cerita tersebut aku mengalaminya sendiri. Nah, di 2nd blog ini mungkin aku akan berbagi beberapa cerita hidup, bisa dibilang share some momentlah. Tentunya dalam berbagai sudut, ya walaupun ada kemungkinan cerpen-cerpen itu bakal tampil disini, tapi nggak banyak. Well, aku mulai bercerita.
            Aku tinggal di Jombang kurang lebih 3 tahunan itu masa-masa pake seragam abu-abu dan dari situlah aku pernah menjadi orang yang memiliki pemikiran dewasa, kurasa. That’s why? Aku hidup bersama orang dari berbagai kalangan, dan disitulah dewasanya. Mereka yang berasal dari kalangan tinggi alias orang-orang dengan gaya hidup mencolok dapat membaur dengan orang-orang yang bisa dibilang beda kasta, yang mengatasi masalah tanpa harus menyakiti yang lainnya padahal diusia-usia tersebut rentan banget sakit hati terhadap teman. Setelah 3 tahun tinggal di Jombang ternyata aku pindah lanjut ke Surabaya, dan sampai saat ini. Sebenarnya aku nggak paham pola pikir ataupun gaya hidup orang-orang yang tinggal di kota besar seperti yang sekarang aku tinggali. But aku merasa ada perbedaan yang benar-benar aku melihatnya, dan merasakan tentunya.
Share: